Thursday, September 6, 2018


 BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Keperawatan tim dikembangkan pada tahun 1950-an dalam upaya untuk mengurangi masalah yang berkaitan dengan pengaturan fungsional asuhan pasien. Banyak orang yang yakin bahwa, meskipun kekurangan staf keperawatan profesional terus berlanjut, sistem asuhan pasien harus dikembangkan sehingga dapat mengurangi perawatan yang terpisah yang menyertai keperawatan fungsional.
Pengembangan metode ini di dasarkan pada falsafah mengupayakan tujuan dengan menggunakan kecakapan dan kemampuan anggota kelompok. metode ini juga di dasari atas keyakinan bahwa setiap pasien berhak memperoleh pelayanan terbaik. selain itu, setiap staf berhak menerima bantuan dalam melaksanakan tugas memberi asuhan keperawatan yang etrbaik sesuai kemampuannya, dalam keperawatan, metode tim diterapakan dengan menggunakan kerja sama tim perawat yang heterogen, terdiri dari perawat profesional, non pofesional, dan pembantu perawat untuk memberikan asuhan keperawatan kepada sekelompok pasien. ketua tim (perawat profesional) memiliki tangguang jawab dalam perencanaan, kelancaran, dan evaluasi dan asuhan keperawatan untuk semua pasien yang dilakukan oleh tim di bawah tanggung jawabnya. disamping itu, ketua tim juga mempunyai tugas untuk melakukan supervisi kepada semua anggota tim dalam implementasi dan tindakan keperawatan, dan melakukan evaluasi hasil dan asuhan keperawatan.  

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.    Apa pengertian Pembagian Tim
2.    Bagaimana Pembagian Tim
3.    Apa Keuntungan Metode Tim
4.    Apa Kerugian Metode Tim
5.    Bagimana Pelaksanaan Metode Tim

C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui Pengertian Metode Tim
2.      Agar mahasiswa memahami pembagin metode tim
3.      Agar mahasiswa memahami keuntungan metode tim
4.      Agar mahasiswa memahami kerugian metode tim
5.      Agar mahasiswa memahasi pelaksanaan metod tim

D. Sistematika Penulisan
            Dalam menyusun makalah ini, penyusun membagi materi dalam bebrapa bab dan sub bab yang terdiri dari :
1.    BAB I    : Pendahuluan, yang terdiri dari : latar belakang, tujuan, manfaat dan sistematika.
2.    BAB II : Pengertian, Pembagian, Keuntungan , keruguan dan Pelaksanan metode tim
3.    BAB III             : Penutup, yang terdiri dari : kesimpulan dan saran



















BAB II
Tinjauan Teoritis

A.    Pengertian Metode Tim
Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif . Keperawatan tim dikembangkan pada tahun 1950-an dalam upaya untuk mengurangi masalah yang berkaitan dengan pengaturan fungsional asuhan pasien. Banyak orang yang yakin bahwa, meskipun kekurangan staf keperawatan profesional terus berlanjut, sistem asuhan pasien harus dikembangkan sehingga dapat mengurangi perawatan yang terpisah yang menyertai keperawatan fungsional.
Pengembangan metode ini di dasarkan pada falsafah mengupayakan tujuan dengan menggunakan kecakapan dan kemampuan anggota kelompok. metode ini juga di dasari atas keyakinan bahwa setiap pasien berhak memperoleh pelayanan terbaik. selain itu, setiap staf berhak menerima bantuan dalam melaksanakan tugas memberi asuhan keperawatan yang terbaik sesuai kemampuannya, dalam keperawatan, metode tim diterapakan dengan menggunakan kerja sama tim perawat yang heterogen, terdiri dari perawat profesional, non pofesional, dan pembantu perawat untuk memberikan asuhan keperawatan kepada sekelompok pasien. ketua tim (perawat profesional) memiliki tangguang jawab dalam perencanaan, kelancaran, dan evaluasi dan asuhan keperawatan untuk semua pasien yang dilakukan oleh tim di bawah tanggung jawabnya. disamping itu, ketua tim juga mempunyai tugas untuk melakukan supervisi kepada semua anggota tim dalam implementasi dan tindakan keperawatan, dan melakukan evaluasi hasil dan asuhan keperawatan. (Kuntoro, agus. 2010). Dalam keperawtan tim, petugas bantuan bekerja sama dalam memberikan asuhan kepada sekelompok pasien di bawah arahan perawat professional sebagai pimpinan tim tersebut, perawat bertanggung jawab mengetahui keaddaan dan kebutuhan semua pasien yang etrmasuk dalam tim dan merencanakan asuhan indifidual. Tugas pimpinan tim berfariasi bergantung pada kebutuhan pasien dan beban kerja. Tugas tersebut mencakup membantu anggota tim, memberikan asuhan langsung kepada pasien, memberikan penyuluhan, dan mengkoordinasikan aktifitas pasien.

B.  Pembagian Tim
Pembagian  tugas di dalam kelompok dilakukan oleh pemimpin kelompok, selain itu pemimpin kelompok bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota tim.sebelum tugas dan menerima laporan kemajuan  pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas apabila mengalami kesulitan. Selanjutnya pemimpin tim yang melaporkan kepada kepala ruangan tentang kemajuan pelayanan atau asuhan keperawatan klien. Metode team adalah metode yang berdasarkan kelompok pada filosofi keperawatan. Terdapat sekitar 6-7 perawat profesional dan perawat associate  bekerja sebagai suatu  tim, disupervisi oleh ketua tim. Metode ini menggunakan tim yang terdiri atas anggota yang berbeda  beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3 tim/group yang terdiri atas tenaga  profesional, teknikal, dan pembantu dalam satu kelompok kecil yang saling membantu.
Tanggung jawab kepala ruang:
1.    Perencanaan
a.    Menunjuk ketua tim yang akan bertugas di ruangan masing- masing.
b.    Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya.
c.    Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat, transisi dan persiapan pulang bersama ketua tim.
d.   Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim, mengatur penugasan/ penjadwalan.
e.    Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan.
f.     Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologis, tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien.
g.    Mengatur dan mengendalikan asuhan keparawatan:
1)      Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan
2)      Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan
3)      Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah
4)      Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk
h. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri.
i. Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan.
j. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan di rumah sakit.
2. Pengorganisasian 
a.    Merumuskan metode penugasan yang digunakan.
b.    Merumuskan tujuan metode penugasan.
c.    Membuat rincian tugas tim dan anggota tim secara jelas.
d.   Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 2 ketua tim dan ketua tim membawahi 2 – 3 perawat.
e.    Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan: membuat proses dinas, mengatur tenaga yang ada setiap hari dan lain- lain.
f.     Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan.
g.    Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik.
h.    Mendelegasikan tugas kepala ruang tidak berada di tempat, kepada ketua tim.
i.      Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien.
j.      Identifikasi masalah dan cara penanganannya.
3. Pengarahan 
a.    Memberikan pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim.
b.    Memberikan pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik.
c.    Memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
d.   Menginformasikan hal – hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan asuhan keperawatan pasien.
e.    Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan.
f.     Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.
g.    Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.
5.  Pengawasan
a.    Melalui komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim dalam pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
b.    Melalui supervisi:
b.    Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri atau melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki/ mengawasi kelemahannya yang ada saat itu juga.
c.    Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua tim, membaca dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.
d.   Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua tim.
e.    Audit keperawatan.
1. Tanggung jawab anggota tim:
a.    Memberikan asuhan keperawatan pada pasien di bawah tanggung jawabnya.
b.    Bekerjasama dengan anggota tim dan antar tim.
c.    Memberikan laporan.
2. Tanggung jawab ketua tim:
a.    Membuat perencanaan.
b.    Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi.
c.    Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien.
d.    Mengembangkan kemampuan anggota.
e.   Menyelenggarakan konferensi.\

C.    Keuntungan Tim
Beberapa keuntungan dari metode tim dalam pemberian asuhan keperawatan adalah :
1.    Dapat memberi kepuasan kepada pasien dan perawat. Pasien merasa di perlakukan lebih manusiawi karna pasien memiliki sekelompok perawat yang lebih mengenal dan memahami kebutuhannya.
2.    Perawat dapat mengenali pasien secara individual karena perawatannya menangani pasien dalam jumlah yang sedikit. Hal ini, sangat memungkinkan merawat pasien secara konfrehensif dan melihat pasien secara holistic.
3.   Perawat akan memperlihatkan kerja lebih produktif melalui kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi dengan klien. Hal ini akan mempermudah dalam mengenali kemampuan ak-nggota tim yang dapat di manfaatkan secara optimal.
4.   Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda dengan aman dan efektif.
5.   Peningkatan kerjasama dan komunikasi di antara anggota tim menghasilkan sikap moral yang tinggi, memperbaiki fungsi staf secara keseluruhan, memberikan anggota tim perasaan bahwa ia mempunyai kontribusi terhadap hasil asuhan keperawatan yang diberika.
6.   Menghasilkan kualitas asuhan keperawatan yang dapat dipertanggung jawabkan
7.   Metode ini memotivasi perawat untuk selalu bersama klien selama bertugas
8.   Memberikan kepuasan pada pasien & perawat

D.    Kerugian Metode Tim
Beberapa kerugian dari metode tim dalam pemberian asuhan keperawatan adalah :
1.    Tim yang satu tidak mengetahui mengenai pasien yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
2.    Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan atau terburu-buru sehingga dapat mengakibatkan komunikasi dan koordinasi antar anggota tim terganggu sehingga kelancaran tugas terhambat.
3.    Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau berlindung kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim.
4.    Akontabilitas dalam tim kabur.
5.    Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau berlindung kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim.
6.    Akontabilitas dalam tim kabur.
7.    Tidak efektif bila pengaturan tidak baik
8.    Membutuhkan banyak kerjasama dan komunikasi


E.  Langkah-langkah Pelaksanaan Tim
Pelaksanaan metode tim harus berdasarkan konsep berikut:
1.    Ketua Tim
Sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan. Ketua tim harus dapat membuat keputusan tentang prioritas perencanaan, supervisi, dan evaluasi asuhan keperawatan. Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi ketua tim, yakni apakah berorientasi pada tugas atau pada klien. Tanggung jawab ketua tim adalah:
a.       Mengkaji setiap klien dan menetapkan rencana asuhan keperawatan.
b.      Mengoordinasikan rencana asuhan keperawatan dengan tindakan medis
c.       Membagi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota kelompok dan memberikan bimbingan melalui konferensi
d.      Mengevaluasi pemberian asuhan keperawatan dan hasil yang dicapai serta mendokumentasikannya.
2.    Komunikasi yang efektif
penting agar kontinuitas rencana asuhan keperawatan terjamin. Komunikasi yang terbukka dapat dilakukan melalui berbagai cara, terutama melalui rencana asuhan keperawatan tertulis yang merupakan pedoman pelaksanaan asuhan, supervisi, dan evaluasi.
3.    Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim.
 Ketua tim membantu anggotanya untuk memahami dan melakukan tugas sesuai dengan kemampuan mereka.
4.    Peran kepala ruangan
penting dalam metode tim, metode tim akan berhasil baik, apabila didukung oleh kepala ruangan. Untuk itu, kepala ruangan diharapkan telah:
a.       Menetapkan standar kinerja yang diharapkan dari staf
b.      Membantu staf menetapkan sasaran dari unit/ruangan
c.       Memberi kesempatan kepada ketua tim untuk pengembangankepemimpinan
d.      Mengorentasikan tenaga yang baru tentang fungsi metode tim keperaawatan
e.       Menjadi narasumber bagi ketua tim
f.       Mendorong staf untuk meningkatkan kemampuan melalui riset keperawatan
g.      Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka.
5.    Koordinasi kegiatan
Kepala ruangan sebagai koordinator kegiatan perlu menciptakan kerjasama  yang selaras satu sama lain dan saling menunjang, untuk menciptakan suasana  kerja yang menyenangkan. Selain itu harus memperlihatkan prinsip-prinsip  organisasi yang telah dijelaskan diatas misalnya kesatuan komando, setiap staf  memiliki satu atasan langsung  Rentang kendali 3 sampai 7 staf untuk satu atasan. Pada metode penugasan  tim dalam satu ruangan tidak lebih dari 3 sampai 7 dalam satu tim. Selain itu kepala  ruangan perlu mendelegasikan kegiatan asuhan keperawatan langsung kepada ketua  tim, kecuali tugas pokok, harus dilakukan kepala ruang. Selain itu, kepala ruangan  harus mendelegasikan kepada orang yang tepat, mendengarkan saran orang yang  didelegasikan dan penerima delegasi harus bertanggung gugat.
6.    Evaluasi Kegiatan
Kegiatan yang telah dilakukan perlu dievaluasi untuk menilai apakah  pelaksanaaan kegiatan sesuai rencana. Oleh karena itu kepala ruangan berkewajiban  untuk memberi arahan yang jelas tentang kegiatan yang akan dilakukan  Dengan demikian diperlukan uraian tugas yang jelas untuk masing-masing  staf dan prosedur tugas yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dengan memperlihatkan keselamatan dan kenyamanan klien, keselamatan dan kenyamanan staf dan fasilitas dengan berdaya guna dan berhasil guna.














BAB III
KESIMPULAN

A.  Kesimpulan
Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas, 1984).Keperawatan tim dikembangkan pada tahun 1950-an dalam upaya untuk mengurangi masalah yang berkaitan dengan pengaturan fungsional asuhan pasien. Banyak orang yang yakin bahwa, meskipun kekurangan staf keperawatan profesional terus berlanjut, sistem asuhan pasien harus dikembangkan sehingga dapat mengurangi perawatan yang terpisah yang menyertai keperawatan fungsional.

B.  Saran
Sebagai calon seorang perawat kita harus mempu menerpkan metode tim dalam melaksanakan asuhan keperawatan secara baik,
















DAFTAR PUSTAKA

1.      Maequis, Bessie L. 2010. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan :teori & aplikasi.Ed.4.Jakarta.EGC

2.      Kuntoro, agus. 2010. buku ajar menejemen keperawatan. Yogyakarta : nuha medika

3.      Gillies, D .1989. Nursing Management Company a System Approach, Philadelphia, WB Saunders comp.

 











0 comments :

Post a Comment