Thursday, September 6, 2018


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
         Adanya tuntutan terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus di respon oleh perawat. Pelayanan keperawatan secara profesional perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan dunia keperawatan. Salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran dan fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan adalah melakukan manajemen keperawatan dengan harapan adanya faktor kelola yang optimal mampu meningkatkan keefektifan pembagian pelayanan keperawatan sekaligus lebih menjamin kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan. Manajemen merupakan ilmu atau seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien, aktif dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan. Manajemen keperawatan merupakan proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional.
         Manajemen asuhan keperawatan merupakan pengaturan sumber daya dalam menjalankan kegiatan keperawatan dengan menggunakan metode proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien atau menyelesaikan masalah klien dengan mengaitkan pada fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Setiap fungsi ini tidak dapat dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Implementasi menerapkan fungsi pengorganisasian dan pengarahan, dan evaluasi menerapkan fungsi pengendalian (Keliat, 2000).

B. Tujuan Pembelajaran
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami:
1.      Definisi perencanaan sebagai fungsi manajemen keperawatan
2.      Fungsi perencanaan dalam manajemen keperawatan
3.      Tahapan perencanaan dalam manajemen keperawatan
C. Metode Penulisan
              Metode penulisan dalam penulisan makalah ini adalah dengan penelusuran literature dan browsing internet.



D. Sistematika Penulisan
              Sistematika penulisan makalah ini dibagi dalam tiga bab, dan pembahasan dari tiap-tiap bab adalah sebagai berikut:
Bab I: Pendahuluan
Pada bab ini dijelaskan mengenai pembahasan tentang latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab II: Pembahasan
Pada bab ini dijelaskan mengenai definisi perencanaan sebagai fungsi dari manajemen keperawatan, fungsi perencanaan dalam manajemen, dan tahapan perencanaan.
Bab III: Penutup
Pada bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan dari penulisan makalah.






















BAB II
Tinjauan Teoritis


A.    Defenisi Perencanaan
Terdapat beberapa pendapat para ahli tentang perencanaan, diantaranya adalah:
Perencanaan adalah sebuah proses berkelanjutan yang diawali dengan menyusun tujuan, capaian, dan rencana-rencana tindakan untuk mencapai tujuan tersebut, mempertimbangkan proses dan hasil, memberikan umpan balik kepada personel, dan memodifikasi rencana-rencana (tersebut) saat diperlukan (Swansburg, 1999).
Dalam keperawatan perencanaan membantu untuk memastikan pasien pasien akan menerima pelayanan keperawatan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan klien (Swansburg, 1999)
Perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi yang menyeluruh untuk mencapai sasaran yang ditetapkan, dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan. Maksud dari perencanaan adalah untuk memberikan arah, mengurangi dampak perubahan, memperkecil pemborosan, dan untuk menentukan standar yang digunakan dalam pengendalian (Robbins dan Coulter, 1999).
Perencanaan juga merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan (Ward, 2002).
Jadi dapat disimpulkan, perencanaan adalah suatu proses pengembangan dan pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu perencanaan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1.      Meningkatkan pencapaian kesuksesan difokuskan pada hasil bukan pelaksanaan
2.      Menuntut kita untuk berpikir kritis dan mengevaluasi alternative-alternatif yang bisa mengembangkan atau mengubah keputusan
3.      Membentuk suatu struktur untuk pengambilan keputusan yang konsisten sesuai dengan tujuan top management
4.      Mengajak atau menggerakan orang-orang untuk bekerja atau bertindak aktif daripada bersikap reaktif
5.      Mengatur kegiatan hari-perhari atau kegiatan jangka pangjang yang terfokus

B.     Metode Fungsi Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan
Fungsi perencanaan dalam manajemen meliputi beberapa tugas, diantaranya adalah mengenali masalah, menetapkan dan mengkhususkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, mengembangkan tujuan, dan terakhir  menguraikan bagaimana tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai.    
            Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan takakan dapat berjalan dengan lancar. Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency). Ada beberapa perencanaan yang digunakan oleh para manager, diantaranya adalah:
1.    Perencanaan Jangka Panjang & Jangka Pendek
Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang
Menengah : 1 s/d 2 tahun
Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih
2.    Perencanaan strategi dan operasional
a. Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan. Menentukan tujuan untuk organisasi kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya. Tahap perencanaan strategi:
1)   identifikasi tujuan dan sasaran
2)   penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan
3)   penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran
4)   implementasi perencanaan strategi
5)   evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi
     Tujuan perencanaan strategi: mendapatkan keuntungan kompetitiff (competitive advantage).
b. Perencanaan operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Perencanaan operasional yang khas :
1)   Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan
2)   Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional
3)   Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas & layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.
4)   Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.
5)   Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan.
3. Perencanaan tetap (standing plans)
Digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus). Tertuang dalam : Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan Kebijaksanaan. Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan. Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara,
Prosedur dan aturan. Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : Standard Operating Prosedurs (SOP)
4. Perencanaan sekali pakai (single-use plans)
Digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik. Merupakan alat manajemen yang ampuh untuk mengalokasikan berbagai macam sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang beranekaragam.

C.    Tahapan Perencanaan
Ada beberapa tahapan di dalam perencanaan, diantaranya adalah sebagai berikut menentukan tujuan perencanaan, menentukan tindakan untuk mencapai tujuan, mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang, mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan, mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya. Selain itu Ratcliffe dan Longsdon  menspesifikasikan 6 tahap dalam dalam proses perencanaan, yaitu:
1.      tahap merancang
2.      tahap delegasi
3.      tahap mendidik
4.      tahap perkembangan
5.      tahap implementasi
6.      tahap tindak lanjut (evaluasi penampilan, dan umpan balik)

D. Jenis Perencanaan
Ada dua jenis perencanaan, yaitu:
1.    Perencanaan strategi
Perencanaan strategi merupakan perencanaan yang sifatnya jangka panjang yang ditetapkan oleh pemimpin dan merupakan arahan umum suatu organisasi. Perencanaan jangka panjang digunakan untuk  mengembangkan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga digunakan untuk merevisi pelayanan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan masa kini.
2.    Perencanaan operasional
Perencanaan operasional menguraikan aktivitas dan prosedur yang akan digunakan serta menyusun jadwal waktu pencapaian tujuan, menentukan siapa orang-orang yang bertanggung jawab untuk setiap aktivitas, menetapkan prosedur serta menggambarkan cara menyiapkan orang-orang untuk bekerja dan metode untuk mengevaluasi perawatan pasien.

E. Langkah-Langkah Dalam Perencanaan
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat perencanaan adalah:
1.    Pengumpulan data.
2.    Analisis Lingkungan (SWOT: Strength, Weakness, Opportunities, Threats).
3.    Pengorganisasian data: memilih data yang mendukung dan data yang menghambat.
4.    Pembuatan rencana: tentukan objektif, uraian kegiatan, prosedur, target, waktu, penanggung jawab, sasaran, biaya, peralatan, metode yang digunakan.
Berikut ini adalah 


Diciptakan oleh
pendiri, dewan direksi                                                            Penetapan Misi
Atau para manajer
puncak

Manajemen puncak                 Tujuan Strategik                                  Rencana Strategik
dan menengah

Manajer lini-                            Tujuan Operasional                             Rencana Operasional
pertama dan
menengah

F. Hubungan Fungsi Perencanaan dengan Fungsi lain
Fungsi perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dari fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi manajemen lainnya adalah saling berhubungan, saling ketergantungan dan saling berinteraksi.
Dalam fungsi pengorganisasian, fungsi perencanaan menunjukkan cara dan perkiraan bagaimana mengorganisasikan sumber daya dalam suatu organisasi untuk mencapai keefektivitasan yang paling tinggi.
Dalam fungsi pengarahan, perencanaan menentukan kombinasi paling baik dari sumber daya yang diperlukan untuk mengarahkan, mempengaruhi dan memberi motivasi terhadap staff pegawai.
Sedangkan dalam fungsi pengawasan, perencanaan sangat erat kaitannya dengan pengawasan dimana pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana dalam suatu organisasi.











BAB III
KESIMPULAN

  1. Kesimpulan
            Perencanaan adalah suatu proses pengembangan dan pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu: meningkatkan pencapaian kesuksesan difokuskan pada hasil bukan pelaksanaan, menuntut kita untuk berpikir kritis dan mengevaluasi alternative-alternatif yang bisa mengembangkan atau mengubah keputusan, membentuk suatu struktur untuk pengambilan keputusan yang konsisten sesuai dengan tujuan top management, mengajak atau menggerakan orang-orang untuk bekerja atau bertindak aktif daripada bersikap reaktif, mengatur kegiatan hari-perhari atau kegiatan jangka pangjang yang terfokus.
            Selain itu perencanaan memiliki beberapa fungsi di dalam manajemen, diantaranya adalah: mengenali masalah, menetapkan dan mengkhususkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, mengembangkan tujuan, dan terakhir  menguraikan bagaimana tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai. Tahapan-tahapan perencanaan terdiri dari: tahap merancang, tahap delegasi, tahap mendidik, tahap perkembangan, tahap implementasi, tahap tindak lanjut (evaluasi penampilan, dan umpan balik).

B.  Saran
Sebagai calon seorang perawat kita harus mampu menjalankan dan menerapkan perencanaan manajemen agar kerja dapat terorganisir.



Daftar Pustaka

Swansburg, R.C. and Swansburg R.J. 1999. Introductory Management and Leadership for Nurses. Sudbery. Massachusetts: Jones and Bartlett Publishers.


 



























0 comments :

Post a Comment